AHLAN WA SAHLAN

anda nyasar digubuk kami? jangan sungkan silahkan masuk dulu.

Jumat, 27 Maret 2009

Beginilah Sang Pembantai Andijan Beraksi

بسم الله الرحمن الرحيم
Beginilah Sang Pembantai Andijan Beraksi

Berikut ini adalah informasi yang kami terima dari Asia Tengah berkenaan dengan kejahatan penguasa tiran (kejam) Tashkent di Andijan.
Setelah melihat berbagai peristiwa yang terjadi di negara-negara bekas Uni Soviet, khususnya yang terjadi di negara tetangga, Kyrgyzstan, Karimov tahu bahwa gelombang ‘perubahan’ akan segera menimpanya. Karena itu, ia mulai khawatir dengan masa depannya. Rusia menyarankan agar ia menyiapkan strategi untuk menanggulangi hal itu. Karena itu, Karimov lalu mengerahkan jajaran intelnya untuk memprovokasi (memanas-manasi) masyarakat agar menentang dirinya, sementara mereka berpura-pura berada di pihak rakyat dalam rangka mencari tahu siapa sesungguhnya pemimpin oposisi itu. Karimov melakukan itu agar ia dapat menumpas mereka sebelum mereka dapat mengorganisasi (menggalang) kekuatan untuk melawannya.

naik tangga berikutnya

Jumat, 13 Maret 2009

tadhlil siyasy

Makna
Tadhlîl (penyesatan) berasal dari dhallala yang akar katanya dhalla. Di dalam Tâj al-‘Urûs dikatakan dhalla asy-syay’a jika sesuatu itu tersembunyi dan ghaib (tidak tampak). Tadhlîl artinya menjadikannya dhalâl, yaitu menjadikannya tersembunyi dan tidak tampak. Prof. Dr. Ruwas Qal’a Ji di dalam Mu’jam Lughah al-Fuqahâ’ (1/133) mengatakan, tadhlîl berasal dari dhallala, artinya sengaja menyembunyikan sebagian perkara agar orang yang mencari atau membahasnya tidak tertunjuki kepada apa yang ia inginkan. Sedangkan siyâsiy adalah sifat dari aktifitas penyesatan itu. Berasal dari kata siyasah (politik) yang maknanya adalah pengaturan urusan masyarakat dan pemeliharaan kemaslahatan dan kepentingan mereka.

naik tangga berikutnya

About Me

ignorance makes me want to learn from the smallest

Hadist Pilihan

Rasulullah saw. juga bersabda: «مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضَاءً لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ إِنَّ اْلأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ» Siapa saja yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah pasti akan membukakan baginya suatu jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat akan melebarkan sayap keridhaan bagi seorang pencari ilmu. Sesungguhnya seluruh makhluk yang ada di langit maupun yang ada di bumi hingga bahkan ikan-ikan di dasar lautan akan memintakan ampunan kepada Allah bagi seorang yang berilmu. Sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu dengan seorang ahli ibadah adalah laksana keutamaan cahaya bulan purnama pada malam hari atas seluruh cahaya bintang. Sesungguhnya pula, orang-orang yang berilmu (para ulama) adalah pewaris para nabi, sementara para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambil ilmu, ia berarti telah mengambil bagian yang sangat besar. (HR. Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi)

  ©Design by extron_ton.